KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!
BERTANAH AIR SATU, TANAH AIR TANPA PENINDASAN,
KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!
BERBANGSA SATU, BANGSA YANG TIDAK MENDUAKAN KEADILAN,
KAMI MAHASISWA INDONESIA BERSUMPAH!
BERBAHASA SATU, BAHASA TANPA KEBOHONGAN,
Setelah kami
melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan
kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya,
kami mahasiswa Indonesia bersumpah :
1. Dengan
sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk
kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah sumber penderitaan rakyat
dan sangat membahayakan
eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
2. Dengan
sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada
Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan – untuk
menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
3. Dengan
sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah
Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas
problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
4. Dengan
sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan
adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
5. Dengan
sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah
sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada
Allah SWT.
Jakarta, 18 Oktober
2009
(Kalimat
tersebut merupakan hasil dari Kongres Mahasiswa Islam Indonesia yang diucapkan
/ diikrarkan oleh Ribuan Mahasiswa dari lintas organisasi & kampus yang
datang dari berbagai Daerah di Indonesia sebagai sumpah sekaligus tawaran
Intelektual Mahasiswa (sebagai Agen of Change & Intelektual) untuk
menyelesaikan seluruh problematika yang menimpa Indonesia & Negeri-negeri
Muslim lainnya, yang dilaksanakan pada Tanggal 18 Oktober 2009, bertempat di
Hall Basket, Senayan Jakarta.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar